Perbedaan Susu Segar, Evaporasi, UHT, Pasteurisasi, Kental Manis, Skim, Susu Bubuk

thumbnail

Produk susu merupakan salah satu produk yang cukup diminati banyak orang. Hal ini tak terlepas dari apakah susu tersebut kemudian dijadikan minuman yang baik untuk kesehatan tubuh, campuran adonan makanan, hingga digunakan untuk membantu merawat kecantikan tubuh maupun wajah. Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa susu memiliki banyak manfaat apapun macam penggunaannya.

Di Indonesia sendiri, produk susu termasuk mudah untuk didapatkan. Beberapa orang bisa membelinya langsung dari peternak, toko-toko kecil, minimarket, supermarket, hingga mall-mall besar. Harga setiap produknya juga bervariasi, tergantung merk serta tipe susu tersebut.

baca juga:

Jika diperhatikan, memang terdapat berbagai macam susu yang pastinya Teman STOQO pernah dengar, melihat, atau bahkan mungkin pernah mengonsumsinya. Tipe-tipe susu tersebut seperti susu segar, susu evaporasi, susu bubuk, susu kental, susu pasteurisasi, susu skim, dan susu UHT. Sekilas jenis prosuk susu tersebut bentuk serta packaging-nya hampir mirip, namun ternyata masing-masing susu tersebut berbeda satu dengan yang lainnya.

Apa saja perbedaan susu-susu tersebut? Berikut penjelasannya:

Susu Segar

Dibandingkan jenis susu yang lain, bisa dikatakan susu segar adalah susu yang proses pembuatannya tidak begitu rumit alias paling sederhana. Susu tipe ini adalah susu yang didapatkan langsung dari pemerasan. Namun jangan khawatir akan kebersihannya, karena susu ini biasanya akan langsung disaring supaya kotoran yang ada hilang. Lalu setelah disaring, susu kemudian dipanaskan (namun tidak dalam waktu lama agar kandungan gizi tetap terjaga) dengan tujuan menghilangkan bakteri.

Dibandingkan susu lain, susu segar termasuk tipe yang harus segera dikonsumsi setelah dipanaskan. Hal ini dikarenakan susu ini mudah rusak. Maklum saja, susu ini tidak melewati proses pengawetan apapun. Jika Teman STOQO membeli susu segar dan warnanya sudah berubah (misalnya kekuningan), lebih baik jangan diminum karena sudah tidak layak konsumsi.

Lalu bagaimana dengan kandungan nutrisinya? Susu segar ternyata memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan tubuh, seperti vitamin A, B, C, dan D, lalu protein, karbohidrat, mineral, dan lemak. Selain kaya akan nutrisi, susu ini biasanya dijual lebih murah dibanding tipe susu lainnya.

Susu Evaporasi

perbedaan-susu-segar-susu-evaporasi-susu-uht-susu-pasteurisasi-susu-kental-susu-skim-dan-susu-bubuk-02-resepkoki-id-susu-evaporasi

Susu Evaporasi (foto: resepkoki.id)

Teman STOQO juga pastinya sudah tidak asing dengan susu yang satu ini. Selaras dengan namanya, susu evaporasi sejatinya merupakan susu yang telah dipanaskan sehingga kandungan airnya secara otomatis berkurang. Susu ini bisa bertahan cukup lama berkat proses evaporasi yang telah ia lalui serta kadar gula yang ada di dalamnya.

Soal nutrisi, susu evaporasi juga mengandung nutrisi yang cukup penting bagi tubuh. Susu ini mengandung protein, vitamin A, C, dan D.

Susu UHT

Pasti sering kan menemukan susu yang satu ini? Susu UHT, singkatan dari Ultra High Temperature, ini merupakan susu yang proses pengolahannya bisa dibilang paling kompleks. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan susu segar. Susu ini adalah hasil perasan yang kemudian dipanaskan dengan suhu yang tinggi, yaitu sekitar 135 derajat celsius. Tujuannya adalah supaya susu steril dan terhindar dari mikroba. Menariknya, susu ini harus dikemas secara cepat supaya tetap steril.

Perbedaan lainnya dibanding susu segar adalah daya tahannya. Susu segar hanya bisa bertahan sekitar 2 jam dengan suhu ruangan, sedangkan susu UHT bisa bertahan hingga 6-12 bulan selama tidak terpapar udara dan sinar matahari.

Susu Pasteurisasi

Untuk mengetahui lebih dalam tentang susu ini, Teman STOQO perlu memahami apa itu pasteurisasi. Pasteurisasi sendiri sebenarnya merupakan proses pemanasan yang dilakukan untuk membunuh organisme yang bisa merugikan, misalnya virus, bakteri, protozoa, khamir, hingga kapang. Namanya sendiri diambil dari nama belakang penemunya yaitu Louis Pasteur.

Jadi, bisa dibayangkan bahwa susu tipe ini telah melewati proses pasteurisasi untuk melenyapkan setiap organisme tersebut supaya tidak membahayakan kesehatan. Lalu mengapa susu tersebut harus melewati proses ini? Alasannya karena ternyata, kuman penyebab penyakit mematikan seperti typhus dan TBC ternyata bisa juga ada pada susu.

Untuk daya tahannya, susu ini hanya bisa bertahan selama 4 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Jadi, setelah membeli susu tipe ini, harus langsung disimpan di kulkas, baik sebelum maupun setelah dibuka.

Sayangnya, baik susu UHT dan susu pasteurisasi tidak mengandung nutrisi setinggi susu segar. Ini akibat keduanya telah melewati proses pemanasan dalam suhu tinggi.

Susu Kental Manis

perbedaan-susu-segar-susu-evaporasi-susu-uht-susu-pasteurisasi-susu-kental-susu-skim-dan-susu-bubuk-06-www-ngopibareng-id-susu-kental-manis

Susu Kental Manis (foto: http://www.ngopibareng.id)

Sekilas, susu kental manis hampir mirip dengan susu evaporasi. Hal ini sebenarnya wajar, karena baik susu evaporasi maupun susu kental sama-sama melewati proses pemanasan dengan suhu tinggi serta penguapan yang akhirnya membuat keduanya kehilangan sekitar 60 persen kadar air.

Bedanya, susu kental biasanya ditambahi gula sebagai pemanis sedangkan susu evaporasi tidak. Susu kental manis juga diberi tambahan vitamin A, sedangkan susu evaporasi diberi tambahan vitamin A, C, dan D.

Susu Skim

Selanjutnya adalah susu skim. Susu ini biasanya tidak mengandung lemak karena pada proses pembuatannya, kandungan air dan lemak sebagian besar telah dihilangkan. Biasanya, kandungan lemak pada susu ini kurang lebih sebesar 1%.

Kandungan nutrisi susu skim hampir sama dengan susu lainnya. Bedanya terletak pada kandungan lemak serta vitamin yang biasanya sudah larut dalam lemak dan kemudian dihilangkan pada proses pembuatan.

Susu Bubuk

Susu bubuk (foto: www.netralnews.com)

Susu bubuk (foto: http://www.netralnews.com)

Yang terakhir adalah susu bubuk. Susu ini sejatinya adalah susu cair yang mengalami proses pengeringan (pembuangan kadar air). Kadar air yang dikandung pada susu bubuk juga sangat kecil, yaitu sekitar 9%. Susu ini cenderung lebih tahan lama dan lebih mudah diolah karena kandungan uap airnya yang memang rendah dan saat ingin disajikan harus dicampurkan dengan zat cair lain.

baca juga:

Nah, sekarang sudah paham tentang masing-masing produk susu, kan? Yang manakah yang sering Teman STOQO konsumsi atau gunakan dalam bisnis kuliner?

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

 

Dipost Oleh

Kontributor

28 Feb 2018