Apakah Restoran Anda Berpotensi Gagal? Cek 10 Ciri Utamanya Ini

thumbnail

Setiap orang yang menjalankan bisnis restoran pasti selalu sukses dan mendapat untung terus menerus.

Namun sayangnya, bisa dilihat sendiri, siklus buka dan tutup dari restoran saat ini (terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta) bisa dibilang cukup tinggi.

Restoran-restoran yang baru berjalan beberapa waktu, sering terpaksa berhenti beroperasi karena beberapa permasalahan yang terjadi dan kendala yang dihadapi.

Mempertahankan kelangsungan restoran tentu bukanlah perkara yang mudah. Malah secara persentase, 45% restoran yang berdiri saat ini berumur kurang dari tiga tahun. Sekitar 35% restoran berumur sekitar tiga hingga lima tahun, dan hanya 20% restoran sisanya yang berumur lebih dari 5 tahun.

baca juga:

Tutupnya suatu usaha seperti restoran bisa terjadi pada pebisnis kuliner manapun, tidak peduli sudah berapa lama restoran tersebut didirikan.

Sebagai contoh, ada restoran yang sudah lama berdiri tiba-tiba bangkrut. Ada juga yang ternyata baru buka setahun atau bahkan kurang dari setahun.

Namun kabar baiknya, risiko dari restoran yang tutup ini dapat dicegah dengan menyadari tanda-tanda tidak baik di bisnis restoran tersebut.

Mengapa hal seperti itu dapat terjadi? Lalu apa penyebabnya? Berikut STOQO jabarkan 8 ciri dan potensi kegagalan dari suatu restoran.

 

1. Cita rasa menu yang mengecewakan (dan tidak konsisten)

Tentunya konsumen yang datang untuk makan dan minum di restoran mengharapkan cita rasa yang enak.

Jika hal utama berupa makanan atau minuman yang disajikan di restoran tersebut memiliki cita rasa yang tidak enak atau tidak konsisten (misalnya saja terkadang enak, terkadang tidak enak), lalu apa lagi yang yang dapat diharapkan dari restoran itu?

Jika hal ini terus menerus terjadi, cepat atau lambat restoran yang dimiliki akan segera gulung tikar.

Bukan rahasia umum lagi bahwa restoran besar agar cita-rasa mereka tetap terjaga, tidak lain karena mereka membeli bahan pokok dan bahan baku dari supplier yang terpercaya dan menyediakan bahan pokok kualitas terbaik.

Solusi di zaman modern sekarang ini salah satunya adalah dengan aplikasi STOQO yang hadir sebagai solusi mudah penyediaan bahan pokok untuk bisnis kuliner.

STOQO sebagai supplier sembako terpercaya pastinya memberikan bahan pokok dan bahan baku berkualitas terbaik. Tentu untuk memastikan agar cita rasa terbaik selalu dapat disajikan bagi bisnis kuliner, apapun skala dan jenis restoran tersebut.

Jadi ada baiknya juga sebagai pemilik sesekali untuk meminta review dan feedback pelanggan terkait menu yang disajikan di restoran tersebut.

2. Menu makanan yang monoton

Tentu penting bagi restoran untuk selalu dapat menyediakan menu makanan dan minuman andalan.

Namun jangan lupa sesekali untuk berinovasi dalam menciptakan menu-menu makanan baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Selain baru menu tersebut harus enak.

Persaingan restoran sendiri terus berubah dan bergerak, hampir setiap hari muncul restoran lain dengan ide dan menu yang lebih unik.

3. Harga yang tidak sepadan dengan kualitas

Target pasar dan kualitas menu makanan yang disajikan tentu berimbas pada harga yang ditawarkan.

Dengan mengetahui hal tersebut, maka pertimbangkan juga apakah target pasar yang dituju sudah sesuai atau tidak dengan penetapan harga makanan dan minuman yang ditetapkan.

Pertimbangkan juga apakah harga yang ditawarkan sudah layak atau tidak dengan kualitas makanan dan minuman yang disajikan.

4. Lingkungan restoran yang tidak nyaman

Cek kembali dan selalu perhatikan apakah dekorasi yang ada di restoran Teman STOQO sudah memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang datang.

Kenyamanan bisa dilihat dari beberapa hal misalnya, peletakan meja & kursi, warna dekorasi ruangan, pendingin ruangan, tingkat kebersihan ruangan, pencahayaan, hingga aroma yang ada di restoran tersebut.

5. Pelayanan yang buruk

Restoran besar yang sudah banyak dikenal luas tentu memiliki pelayanan ramah, baik, dan dengan penyajian menu makanan yang cepat.

Jika pelayanan di restoran tersebut bertindak sebaliknya, tentu akan membuat konsumen kecewa. Di zaman modern sekarang ini, konsumen dengan mudah meluapkan kekecewaannya di media sosial

Selain itu mungkin saja mereka memberikan rating yang jelek untuk restoran tersebut yang (dapat dilihat oleh calon pelanggan lainnya), menceritakannya kepada semua teman dan kerabat, dan mungkin sampai mempengaruhi orang-orang tersebut untuk tidak datang dan makan di restoran Teman STOQO.

Jika sudah seperti itu, cepat atau lambat, pengunjung restoran Teman STOQO akan berkurang secara perlahan.

6. Kebersihan restoran dan makanan yang tidak dijaga

Dalam berbisnis kuliner, kebersihan restoran dan makanan yang higienis harus menjadi perhatian utama.

Kebersihan restoran meliputi kebersihan lingkungan, kebersihan peralatan makan dan minum, kebersihan dapur, dan kebersihan tempat penyimpanan bahan baku. Jangan lupakan juga 6 hal perhatian dalam menyimpan bahan baku.

Sering kita dengar beberapa restoran dan bisnis kuliner dengan nama besar, jika ditemukan kecoa, tikus dan hama lain yang mondar-mandir di lingkungan dapur, akan menjadi highlight berita utama dimana-mana. Tentu hal tersebut berakibat pada omset bisnis restoran tersebut yang turun dengan drastis.

Kebersihan makanan dan minuman juga tidak terlepas dari kebersihan dan kualitas bahan baku yang didapatkan dari supplier bahan pokok yang terpercaya.

Tentu kita tidak mau ada konsumen yang menjadi trauma karena menemukan serangga di makanan atau minumannya. Jika hal tersebut terjadi apa Teman STOQO yakin konsumen akan datang lagi?

7. Passion di bidang kuliner yang menghilang

Jika membuka bisnis restoran bermula dari passion, terus jaga passion tersebut. Ibarat menjalankan bisnis dengan tidak sepenuh hati, maka perlahan bisnis yang dijalankan bisa semakin kehilangan identitasnya.

Tantangan pasti ada namun bukan menjadi alasan untuk cuek dan tidak mau menjalankan bisnis dengan baik.

8. Kurangnya campur tangan pemilik atau manajer

Meskipun sudah menyerahkan tugas-tugas pada para karyawan atau pekerja lainnya, namun tidak berarti pemilik restoran atau bahkan manajer bisa langsung lepas tangan begitu saja.

Restoran tetap membutuhkan seseorang untuk mengurus, mengelola, serta memantau keadaan di restoran tersebut.

Bagaimanapun juga, para pekerja bisa saja mengalami kesulitan atau bahkan melakukan kesalahan. Maka dari itu, setidaknya pemilik restoran atau manajer tetap ada di tempat untuk memberi pertolongan apabila dibutuhkan.

9. Pencatatan dan laporan keuangan yang tidak baik

Dalam berbisnis restoran, pencatatan (dan pengendalian) keuangan adalah salah satu hal yang wajib dilakukan.

Pemasukan dan pengeluaran harus selalu dicatat dengan baik. Pengeluaran sendiri dapat dibagi menjadi biaya operasional (meliputi listrik, air, gaji karyawan, biaya perlengkapan, biaya perawatan, dan lainnya) dan biaya pembelian bahan pokok (misalnya beras, telur, tepung, daging ayam, daging sapi, sayuran, ikan, susu, minyak goreng, mentega, dan lainnya) untuk terus menunjang tersedianya menu makanan dan minuman.

Untuk biaya pembelian bahan pokok menggunakan aplikasi STOQO, sudah pasti dijamin bahan baku tercatat dengan rapi dan transparan.

Hal tersebut karena setiap pembelian, akan dibuat invoice secara otomatis. Sehingga hal mengenai ketidakpastian harga dari sisi pembelian bahan pokok sudah teratasi.

10. Pemilihan supplier bahan pokok yang salah

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ketepatan pemilihan supplier bahan pokok yang berkualitas dan terpercaya juga harus menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Bayangkan restoran Teman STOQO bekerjasama dengan supplier yang memberikan harga tidak pasti, sering terlambat mengirim pesanan, tidak melayani pembelian dengn baik, hingga bahan pokok yang dijual tidak berkualitas.

Tentunya operasional restoran bisa terganggu. Menu yang seharusnya menjadi andalan, malahan tidak tersedia terus menerus dan menyebabkan pelanggan kecewa.

baca juga:

Semoga restoran Teman STOQO tidak memiliki tanda-tanda seperti yang sudah dijelaskan di atas, ya!

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

04 May 2018