Langkah Mempertahankan Reputasi Positif Bisnis Kuliner

thumbnail

Reputasi adalah hal penting yang harus dijaga. Reputasi positif membantu bisnis kuliner mendapat kepercayaan masyarakat dan jumlah pelanggan yang lebih banyak. Sedangkan reputasi negatif merugikan karena dapat mengurangi kesempatan untuk meningkatkan penjualan.

baca juga:

Lalu apa saja yang dapat dilakukan bisnis kuliner untuk menjaga reputasinya? Berikut telah STOQO kumpulkan 6 langkah mempertahankan reputasi positif bagi bisnis kuliner:

1. Analisa semua kritik dan masukan

Salah satu hal yang cukup memengaruhi reputasi bisnis kuliner adalah kritik dan masukan yang berasal dari pelanggan. Kritik dan masukan tersebut didapat dari feedback atau review yang diberikan pelanggan, baik secara langsung, maupun yang ditulis online.

Apabila pelanggan puas dan meninggalkan review yang baik, maka orang lain yang melihat pun akan memiliki kesan baik terhadap bisnis kuliner tersebut. Sayangnya, review yang kurang baik bisa saja menjadi masalah karena calon pelanggan yang melihat bisa merasa ragu dengan kualitas produk dan layanan bisnis kuliner tersebut.

Ilustrasi (foto: pixabay)

Ilustrasi (foto: pixabay)

Itulah sebabnya, bisnis kuliner perlu menganalisa dan memahami setiap kritik dan masukan yang diterima. Tujuannya untuk membantu bisnis kuliner memahami apa saja yang sudah berhasil dilakukan dan apa saja yang perlu diperbaiki. Jangan mengabaikan kesan dan masukan yang masuk, sesederhana apapun yang dituliskan oleh pelanggan. Sikap mengabaikan hanya menciptakan kesan bahwa bisnis kuliner memang sesuai kabar reputasi buruk yang mungkin sudah beredar.

2. Beri respon yang tepat untuk review dan feedback

Minta maaflah ketika bisnis kuliner melakukan kesalahan dan beri solusi terhadap masalah tersebut. Nyatakan juga bahwa bisnis kuliner ingin bertanggung jawab atau ingin memperbaiki pelayanan sehingga kesalahan yang terjadi tidak terulang. Jika tidak salah pun, tetaplah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Sikap ini cukup membantu menunjukkan kepedulian bisnis kuliner terhadap pelanggan.

Selain itu, beri klarifikasi kepada pelanggan untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Gunakan kalimat positif dan usahakan untuk tidak menyalahkan atau memojokkan pelanggan, bahkan ketika kesalahan memang berasal dari pelanggan.

Review yang kurang tepat harus diklarifikasi. Mengapa? Sebab jika dibiarkan, review tersebut juga dapat menciptakan kesalahpahaman lain apabila dibaca atau terdengar oleh orang lain. Misalnya, seorang pelanggan memberi review buruk bagi bisnis kuliner dengan alasan ketika ia datang di hari Minggu, bisnis tersebut tidak buka. Maka jelaskan dengan baik bahwa bisnis kuliner sudah memasang tulisan bahwa bisnis hanya buka Senin-Sabtu.

3. Coba menghapus review yang terlalu kasar atau berbau SARA

Berhati-hatilah terhadap review yang terlalu kasar atau bahkan berbau SARA dan tidak membangun. Berbeda dengan review yang berisi keluhan pelanggan, review kasar dan berbau SARA biasanya kurang bermanfaat karena tidak membangun namun dapat memberi kesan tidak nyaman bagi orang lain yang membaca jika dibiarkan. Cobalah untuk menghapus review tersebut. Beberapa website review bahkan memberikan fitur laporan (report) yang dapat ditindaklanjuti untuk menghapus tulisan yang dianggap tidak bermanfaat tersebut.

4. Belajar dari kesalahan

Ketika reputasi memburuk karena kesalahan yang dilakukan restoran, cobalah untuk belajar dari hal tersebut dan lakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Misalkan, bisnis kuliner menerima reputasi buruk karena tempat yang terlalu kotor di mata pelanggan. Maka cobalah untuk lebih meningkatkan kebersihan tempat. Mulai dari memperhatikan dapur produksi makanan, hingga ruangan lain yang dapat dijangkau pelanggan.

5. Ajak pelanggan memberi review positif

Selalu ajak pelanggan untuk meninggalkan review positif bagi bisnis kuliner. Terutama bagi mereka yang terlihat puas dengan layanan maupun produk yang diberikan. Hal ini membantu menciptakan reputasi positif bagi calon pelanggan lainnya.

Ilustrasi (foto: pixabay)

Ilustrasi (foto: pixabay)

Cari waktu yang tepat untuk melakukan permintaan review. Permintaan dapat dilakukan setelah sesi menikmati hidangan selesai. Jangan meminta dengan cara memaksa, apalagi hingga mengganggu waktu mereka menikmati santapan di bisnis kuliner tersebut. Bisa-bisa bukan respon positif bisnis kuliner yang akan didapat, malahan respon sebaliknya.

6. Minta bantuan profesional

Reputasi positif tidak dibangun dalam satu hari. Mungkin saja dari tim manajemen merasa perlu adanya tim yang khusus menangani reputasi (image) positif di mata pelanggan. Misalnya saja mereka yang ahli dalam brand management. Mereka dapat membantu usaha kuliner mencari ide supaya dapat mengangkat dan mempertahankan reputasi positif bisnis kuliner dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan harus bekerja sendiri.

baca juga:

Itulah 6 langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga reputasi bisnis kuliner. Semoga bermanfaat!

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

31 Aug 2018