Nur Aliyah: Sales Lapangan Itu Gampang-Gampang Susah, Tapi Seru!

thumbnail

Profesi sales memang merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Setiap orang yang pernah berkutat di dunia sales pasti sudah paham dengan kondisi seperti penolakan calon konsumen, hingga jumlah target yang harus terus dikejar. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Aliyah, anggota tim sales lapangan wanita pertama di Stoqo.

Baginya, dunia sales memberikan banyak tantangan dan keseruan. Ibu dua anak ini akan memberikan beberapa pengalaman dan tips selama bekerja sebagai tim Sales Stoqo, berikut hasil wawancara selengkapnya.

Mba Aliyah sebelumnya adalah seorang ibu rumah tangga, mengapa tiba-tiba tertarik untuk menjadi seorang salesperson?

Nur Aliyah saat mengunjungi salah satu customer (foto: Harits Prabowo)

Nur Aliyah saat mengunjungi salah satu customer (foto: Harits Prabowo)

Iya betul, aku sudah jadi ibu rumah tangga kurang lebih 10 tahun. Sampai suatu saat aku sering sakit. Aku ngerasa ini karena aku kurang keluar rumah dan kurang melakukan aktivitas yang cukup.

Sebenarnya sejak sekolah aku memang selalu aktif bersosialisasi dan suka pergi keluar rumah. Setelah aku sembuh, aku mulai coba lagi aktif keluar rumah, tapi kali ini di perkumpulan ibu-ibu PKK. Dari perkumpulan itu aku ditawarin untuk menjadi agen sales di suatu start-up di Jakarta. Semenjak saat itulah aku mulai suka dengan dunia sales.

baca juga:

Bagaimana pengalaman awal menjadi tim sales lapangan Stoqo?

Waktu itu, ada temen aku yang juga anggota tim sales lapangan Stoqo. Saat itulah aku mau bergabung. Awalnya jujur ini cukup berat. Disaat temen-temen aku sudah mendapatkan beberapa customer, aku baru berhasil mendapatkan satu. Ditambah lagi, waktu itu aku satu-satunya wanita di tim sales lapangan Stoqo. Untung aja saat itu banyak orang-orang yang senantiasa nyemangatin aku untuk bisa mencapai target jumlah customer yang ditetapkan.

Bagaimana tips melewati masa-masa berat tersebut?

Nur Aliyah saat menjelaskan produk ke customer (foto: Harits Prabowo)

Nur Aliyah saat menjelaskan produk ke customer (foto: Harits Prabowo)

Awalnya aku inisiatif untuk jalan bareng temanku yang juga tim sales lapangan untuk mengetahui bagaimana tips-tips untuk mendapatkan customer. Dari situ aku belajar banyak bahwa untuk menjadi seorang salesperson yang sukses, aku gak boleh malu-malu untuk mendatangi calon customer. Selain itu aku juga belajar bahwa setiap manusia butuh proses dalam melakukan sesuatu. Jadi bagi aku penolakan itu adalah hal yang biasa, hanya tinggal bagaimana kita bisa telaten untuk terus mencari calon customer.

Contohnya, aku pernah mendatangi calon customer yang sama sebanyak 6 kali dan dia tidak pernah mau. Namun siapa sangka ketika kedatangan aku yang ke 7, dia tiba-tiba tertarik untuk menggunakan Stoqo. Dari situ aku sadar bahwa aku gak selalu datang ketika mood mereka lagi bagus. Bisa aja mereka lagi sibuk, atau lagi ada masalah lain, makanya dia menolak tawaran aku. Dengan coba mendatangi beberapa kali, siapa tau ada saatnya kita datang di waktu yang tepat. Makanya kita gak boleh mudah nyerah kalau penawaran kita ditolak.

Ada pengalaman unik atau pengalaman berharga selama bekerja menjadi salesperson di Stoqo?

Waktu itu ada satu hari dimana aku gak dapet customer sama sekali. Aku pun cerita ke salah satu ibu pemilik bisnis kuliner. Walaupun ibu tersebut pada akhirnya tidak berhasil aku jadikan customer, tapi dia memberikan perkataan yang mengubah perspektif aku. Dia bilang ketika bekerja, kita gak boleh terlalu terpacu sama target. Karena, selama kita bekerja dengan semangat dan bertanggung jawab, pasti secara gak disadari, target akan bisa kita capai.

Apa sih yang membuat mba Aliyah nyaman bekerja di Stoqo?

Bagi aku, Stoqo itu keluarga. Aku merasa lingkungan dan orang-orang Stoqo sangat istimewa. Semua orang di sini dididik dan dibina dari awal. Aku juga terus didukung dengan banyak orang disini, mulai teman-teman hingga atasan aku. Selain itu, aku juga sangat terinspirasi dari Aswin, CEO Stoqo. Cerita-cerita dia dalam membangun Stoqo sangat memotivasi aku untuk bekerja lebih baik lagi.

baca juga:

Apa pesan-pesan mba Aliyah bagi orang yang ingin menjadi salesperson?

Nur Aliyah (foto: Harits Prabowo)

Nur Aliyah (foto: Harits Prabowo)

Jangan pernah malu dan cepat menyerah ketika menghadapi calon customer. Namun disaat yang bersamaan, jangan juga bekerja tanpa jeda. Dari berbagai pengalaman, aku sadar bahwa kalau kita sudah lelah, kita harus istirahat dan menjernihkan pikiran dulu. Karena mood kita juga akan berpengaruh pada reaksi calon customer yang kita tawarkan.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

28 Sep 2018