10 Variasi Mie yang Paling Sering Digunakan pada Bisnis Kuliner

thumbnail

Mie sebagai salah satu bahan baku yang paling sering ditemukan pada bisnis kuliner. Alasannya tentu karena mie mudah didapatkan, murah, dan cepat untuk diolah ke berbagai macam hidangan. Variasi mie yang digunakan pada bisnis kuliner pun terus berkembang dan semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Bahan pokok berbahan dasar tepung satu ini, sekarang tidak hanya terbatas pada satu jenis, bentuk, dan rasa. Banyak macam yang sudah sering dikreasikan oleh para pelaku bisnis kuliner lain. Sehingga bisa dibilang mungkin sering juga ditemukan bentuk lain dari mie yang sudah digunakan oleh pelaku bisnis kuliner di berbagai tempat berbagai lokasi setiap harinya.

Lalu apa saja variasi mie untuk bisnis kuliner tersebut? Penasaran? Berikut sudah STOQO kumpulkan informasi setidaknya ada 10 variasi mie yang sering digunakan pada bisnis kuliner di Indonesia:

baca juga:

1. Kwetiau

Kwetiau (foto: selerasa.com)

Kwetiau (foto: selerasa.com)

Kwetiau merupakan salah satu variasi mie yang cukup populer di bisnis kuliner seperti tukang nasi goreng. Mie berwarna putih ini dibuat dari tepung beras. Bentuknya juga lebih pipih (lebar) dan dengan tekstur yang lebih lengket. Dalam bahasa Inggris kwetiau sering dikenal sebagai rice noodles atau rice stick noodles.

2. Bihun

Bihun (rice noodle) (foto: dapurkobe.co.id)

Bihun (rice noodle) (foto: dapurkobe.co.id)

Variasi mie lainnya yang sering digunakan di bisnis kuliner salah satunya adalah bihun alias rice vermicelli. Bihun biasa dikonsumsi bersamaan dengan sup, makanan berkuah lain, dan juga populer di bisnis kuliner seperti tukang nasi goreng sebagai salah satu pelengkap menu masakan selain mie telor. Secara fisik, bihun terlihat berwarna putih dan ketika disentuh teksturnya lebih lembut dan tipis. Variasi mie yang terbuat dari tepung beras ini tak sulit untuk dibuat. Sebelum diolah pastikan dulu bihun direbus atau cukup dengan direndam air panas agar lebih lunak.

3. Mie telor

Mie telor (foto: citraindonesia.com)

Mie telor (foto: citraindonesia.com)

Seperti namanya, variasi mie ini dibuat dari telur yang dicampurkan dengan tepung terigu. Mie telor paling sering dijumpai dalam berbagai hidangan kuliner dan bisnis kuliner seperti tukang nasi goreng, restoran menengah, restoran mandarin dan yang berbahan dasar mie.

4. Mie soun

Mie soun (foto: grid.id)

Mie soun (foto: grid.id)

Variasi mie selanjutnya adalah mie soun atau cellophane noodles. Mie yang berasal dari campuran tepung kacang hijau dan tepung kentang ini memiliki tekstur yang lunak Ketika dijual di pasaran, mie soun memang terlihat kering karena proses pengolahannya harus direndam terlebih dulu dengan air panas. Bisnis kuliner banyak menggunakan soun sebagai kuliner untuk soun goreng, isi pastel, atau bahkan dijadikan olahan sup.

5. Mie Hong Kong (Hokkien noodles)

Mie Hong Kong (Hokkien noodles) (foto: cookpad.com)

Mie Hong Kong (Hokkien noodles) (foto: cookpad.com)

Mie Hong Kong atau hokkien noodles adalah variasi mie yang cukup mirip dengan mie telor. Mie hokkien ini biasa dihidangkan sebagai mie goreng maupun rebus dengan tambahan seperti daging udang, daging ayam, daging sapi, hingga menggunakan berbagai bahan seafood.

6. Ramen

Ramen (foto: wikihow.com)

Ramen (foto: wikihow.com)

Bagi pecinta kuliner Jepang mungkin sudah sering mendengar variasi mie ini. Ramen memang terkenal sebagai hidangan kuliner Jepang dan variasinya pun bermacam-macam. Namun, bahan utama membuat ramen adalah gandum, telur, garam, dan air.

Ramen sendiri pertama kali dibawa ke Jepang oleh para imigran dari negeri Tiongkok sekitar akhir abad ke 19. Setelah berjalannya waktu, mulailah muncul berbagai variasi ramen dan diadaptasikan dengan budaya negeri Sakura. Lambat laun, banyak yang mengenal ramen sebagai salah satu kuliner khas Jepang.

7. Misoa / Misua

Misoa / Misua (foto: yummy.ph)

Misoa / Misua (foto: yummy.ph)

Misoa atau misua merupakan salah satu variasi mie yang dibuat dari tepung beras. Secara fisik mie ini berwarna putih terang dan mirip seperti bihun. Misoa sendiri biasa dijadikan sup atau digoreng dan sering ditemukan di bisnis kuliner dan restoran menengah atas.

8. Somen

Somen (foto: japan-brand.jnto.go.jp)

Somen (foto: japan-brand.jnto.go.jp)

Mie somen juga sering ditemukan di kuliner Jepang, namun tak hanya itu, mie somen juga terkenal di negara Korea maupun Tiongkok. Di Korea, somen lebih dikenal dengan nama somyeon, sedangkan di Tiongkok sering disebut dengan sumian. Sekilas mirip dengan mie soba, namun yang berbeda, somen lebih halus dan tipis sekali, dengan tekstur yang sangat lembut dan dengan jumlah lembaran yang cukup banyak. Bahan utama membuat somen adalah tepung gandum.

9. Soba

Soba (foto: laurainthekitchen.com)

Soba (foto: laurainthekitchen.com)

Variasi mie yang satu ini juga berasal dari negeri Sakura. Uniknya, kita dapat menemukan produk-produk mie soba yang berwarna keabu-abuan, kuning, bahkan hijau. Soba bisa berwarna hijau dikarenakan campuran teh hijau yang ditambahkan pada saat pembuatannya. Bahan utama membuat mie soba adalah tepung gandum kuda.

10. Udon

Udon (foto: japancentre.com)

Udon (foto: japancentre.com)

Berbeda dengan variasi mie lain yang tipis, udon termasuk salah satu variasi mie yang lebih tebal sehingga sering dianggap lebih mengenyangkan. Tidak semua orang juga suka dengan udon, karena terkadang tekstur dan ketebalannya dirasa sulit untuk dikonsumsi. Variasi mie ini berasal dari Jepang dan bahan utama pembuatannya adalah tepung terigu.

baca juga:

Itulah 11 variasi mie yang sering digunakan sebagai olahan nikmat pada bisnis kuliner di Indonesia.

Semoga menjadi inspirasi di bisnis kuliner Teman STOQO!

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

28 Jul 2018