3 Tips Efektif dalam Memilih dan Menyimpan Minyak Goreng

thumbnail

Saat ini, minyak goreng sudah menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan dari kegiatan kuliner sehari-hari. Baik untuk pemakaian rumah tangga hingga industri makanan berskala besar membutuhkan minyak goreng. Berdasarkan sumbernya minyak goreng dibedakan menjadi dua, yaitu berasal dari nabati/tumbuhan maupun yang berasal dari hewani.

Contoh minyak goreng nabati adalah minyak zaitun, minyak canola, minyak biji anggur, minyak kacang, minyak wijen dan minyak kelapa sawit. Sedangkan minyak goreng hewani terdapat pada mentega dan lemak hewan.

Di Indonesia, minyak goreng yang umum digunakan oleh masyarakat maupun industri makanan adalah minyak goreng kelapa sawit karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar didunia. Makanya tidak heran merek besar menguasai pasar minyak goreng di Indonesia seperti minyak goreng Bimoli, Filma, Tropical dan sebagainya.

baca juga:

Penggunaan minyak goreng yang bermutu akan sangat berpengaruh pada kualitas makanan yang dihasilkan. Apalagi untuk Teman Stoqo yang memiliki bisnis makanan dan menggunakan minyak goreng sebagai salah satu bahan, perkara kualitas tidak boleh main-main.

STOQO - Minyak Goreng (foto: kompas.com)

Minyak Goreng (foto: kompas.com)

Oleh sebab itu, ketahui cara memilih minyak goreng yang berkualitas baik serta cara penyimpanannya. Dengan banyaknya jenis dan merek minyak goreng di pasaran akan menyulitkan untuk melihat perbedaan kualitas berdasarkan kemasannya saja. Sebut saja minyak goreng Bimoli, minyak goreng Filma, dan berbagai merek terkenal lainnya.

Lalu apa ciri-ciri minyak goreng berkualitas? Ada lima hal yang harus Teman Stoqo perhatikan saat berniat untuk membeli minyak goreng yang berkualitas.

  1. Terbuat dari bahan yang berkualitas, bukan dari bahan yang berbahaya untuk tubuh.
  2. Memiliki titik didih yang tinggi sehingga saat digunakan untuk menggoreng tidak mudah mengalami oksidasi.
  3. Berwarna bening dan tidak cepat menghitam sehingga meminimalkan risiko kanker.
  4. Pilih minyak yang tidak mudah beku karena menandakan bahwa kandungan asam lemak jenuhnya rendah sehingga dapat meminimalkan peningkatan kolesterol jahat yang bisa berisiko buruk bagi kesehatan.
  5. Memiliki karakter seperti air yaitu tidak lengket dan mudah mengalir serta harus tidak banyak menempel pada makanan, karena apabila terlalu banyak menyerap pada makanan bisa menimbulkan risiko obesitas dan penyakit lainnya.

Setelah memilih minyak goreng berkualitas, tugas Teman Stoqo tak berhenti disitu saja. Teman Stoqo juga harus memastikan untuk menyimpan minyak goreng dengan benar. Lantas, bagaimana caranya? Penting untuk diketahui bahwa pada dasarnya hampir semua jenis minyak goreng dapat bertahan hingga dua tahun bila disimpan dengan benar. Ikuti tips menyimpan minyak goreng agar lebih awet dan tahan lama berikut ini.

1. Simpan minyak goreng dalam botol kaca

Biasanya, orang lebih sering menyimpan minyak goreng dalam botol plastik dibandingkan botol kaca. Selain karena praktis, biasanya minyak yang ada dipasaran telah dikemas dalam botol plastik. Tapi ada baiknya segera pindahkan minyak goreng ke dalam botol kaca.

Mengapa? Bahan plastik lebih cepat memuai dan larut ke dalam minyak. Apalagi dengan jumlah peroksida (patokan nilai kerusakan pada minyak) akan cepat naik. Semakin tinggi peroksida, maka semakin cepat timbul bau tengik pada minyak. Oleh sebab itu, segera pindahkan ke dalam botol kaca untuk memperpanjang daya simpan minyak secara keseluruhan serta mencegah masuknya mikroba atau oksigen ke dalam minyak akibat seringnya membuka-tutup botol.

2. Jangan taruh minyak goreng dekat kompor

Sebagian besar orang menyimpan minyak di dekat kompor supaya lebih mudah untuk diakses saat ingin menggunakannya untuk memasak. Mulai sekarang, ubah kebiasaan ini. Mengapa? Minyak goreng yang disimpan dekat kompor akan mudah terkena suhu panas dari kompor.

Akibatnya, kualitas minyak goreng pun turun. Oleh sebab itu, ada baiknya simpan minyak goreng di rak atau lemari dapur yang tertutup. Pastikan minyak goreng berada dalam suhu ruangan yang stabil supaya kualitas minyak goreng tetap terjaga dengan baik.

3. Jauhkan dari sinar matahari langsung

Yang tidak kalah penting adalah minyak goreng tidak boleh disimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Suhu panas dari sinar matahari langsung dapat meluruhkan kandungan antioksidan minyak dan mempercepat pembusukan. Kondisi ini bisa semakin parah kalau Teman Stoqo menggunakan kemasan plastik saat menyimpan minyak. Semakin cepat minyak goreng memuai, maka akan semakin cepat kandungannya menjadi rusak dan menyebabkan minyak goreng berbau tengik.

baca juga:

Dengan mengetahui cara memilih dan menyimpan minyak goreng, maka Teman Stoqo bisa memulai hidup sehat. Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja, hal ini juga berlaku untuk Teman Stoqo yang memiliki usaha kuliner.

Dengan memilih dan menyimpan minyak goreng dengan benar, tentu saja akan berdampak bagus bagi tubuh dan usaha kuliner.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

24 Nov 2018