Menilik Cerahnya Peluang Bisnis Beras Organik dan Beras Merah

thumbnail

Beras masih menjadi kebutuhan pokok untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Mitos belum kenyang sebelum makan nasi masih melekat begitu erat di benak hampir semua orang negeri ini. Ketergantungan pada nasi membuat bisnis jual beli beras tak pernah sepi.

baca juga:

Potensi Bisnis Beras Organik

STOQO - Beras Organik (foto: fairprice.com.sg)

Jenis beras organik memang masih belum diterima secara luas di pasaran. Maklum saja, harga jenis beras ini lebih tinggi dibandingkan harga beras biasa. Beras organik diperoleh dari padi yang ditanam pada lahan yang ramah lingkungan. Padi ditanam tanpa menggunakan pestisida atau bahan-bahan kimia lainnya. Proses tanam inilah yang membuat harga padi organik jauh lebih mahal daripada harga padi biasa.

Meskipun harganya terbilang mahal, namun beras organik ternyata punya masa depan cerah. Emily Sutanto, pendiri dan sekaligus Direktur Utama PT. Bloom Agro di Tasikmalaya, Jawa Barat telah merasakan manisnya keuntungan dari bisnis beras organik. Emily adalah salah satu pengekspor beras organik di Indonesia.

Emily mendapatkan beras organik yang dihasilkan dari para petani kecil di 7 kecamatan di Tasikmalaya. Ia menggunakan prinsip fair trade atau prinsip perdagangan berkeadilan untuk menyejahterakan petani. Emily tidak langsung membeli beras dari petani melainkan dari Gapoktan Simpatik sehingga petani punya nilai tambah.

Tak sembarangan, beras organik yang dijual Emily telah mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi beras organik ia dapatkan dari Institute for Marketecology yakni sebuah lembaga sertifikasi organik internasional yang terakreditasi dunia dan berkedudukan di Swiss. Logo sertifikat ia dapatkan untuk 3 negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Berbekal sertifikat kelas dunia tersebut, Emily mengekspor beras organik bersertifikat ke Amerika Serikat, Malaysia dan menyusul ke beberapa negara lainnya.

Lalu bagaimana dengan pasar beras organik di dalam negeri? Saat ini masyarakat perlahan-lahan semakin peduli dengan kesehatan. Sedikit demi sedikit, kesadaran ini telah mendongkrak penjualan beras organik di pasaran lokal. Peluang usaha berjualan beras organik pun semakin cerah. Tertarik untuk mencoba terjun di bisnis ini?

Potensi Bisnis Beras Merah

STOQO - Beras Merah (foto: mato.gr)

Beras Merah (foto: mato.gr)

Seperti halnya beras organik, jenis beras merah kini semakin disukai di pasaran. Jenis beras merah lebih menyehatkan karena memiliki kandungan vitamin B1, B6 dan B12 yang tinggi. Selain itu, beras merah mengandung serat yang lebih tinggi dibandingkan beras putih. Beras merah juga menjadi pilihan menu yang disarankan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori.

Ahmed Tessario adalah salah satu orang yang melihat cerahnya bisnis beras merah dan beras organik. Melalui CV. Sirtanio di Banyuwangi, Ahmed menjalin kerjasama dengan petani. Tak hanya menyediakan benih dan pupuk saja untuk para petani, ia juga menawarkan layanan tambahan berupa tenaga tanam, tenaga semprot, tenaga pengamatan dan mengajarkan kepada para petani cara membuat pupuk sendiri. Ia pula yang nantinya membeli hasil panen para petani.

Selain menjual beras merah organik, Ahmed juga mengembangkan varian produk lainnya seperti tepung beras merah, sereal beras merah, camilan beras merah krispi dan beras khusus untuk olahragawan. Dengan inovasinya ini, dalam sebulan ia mampu mengumpulkan omzet sebesar Rp. 300 juta.

baca juga:

Nah, peluang bisnis beras organik dan bisnis beras merah masih terbuka lebar jika Teman Stoqo berminat untuk terjun di dalamnya. Dua cerita di atas bisa menjadi sumber inspirasi. Berbisnis beras organik dan beras merah tak hanya akan menambah tebal kantong Teman Stoqo tetapi juga membantu menyehatkan bangsa dan menyejahterakan para petani.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

25 Nov 2018