2 Referensi Menu Makanan yang Paling Laris untuk Dijual di Usaha Kuliner

thumbnail

Usaha kuliner memang tak pernah sepi peminat dan justru semakin dilirik oleh kaum muda. Kuliner kreatif besutan anak-anak muda terus bermunculan. Bisnis kuliner memang menjanjikan masa depan yang cerah dan keuntungan yang besar.

Dari sekian banyak inspirasi menu makanan untuk usaha kuliner, tentu kita harus memilih mana yang paling cepat, efisien, hemat biaya, namun tetap dapat memberikan potensi keuntungan yang tinggi. Nah, jika Teman Stoqo tertarik untuk terjun ke bisnis kuliner, berikut ini, setidaknya ada 2 (dua) referensi bisnis makanan paling laris untuk dijual yang sudah STOQO rangkum.

1. Ayam Geprek

STOQO - Ilustrasi Ayam Geprek (foto: nibble.id)

Ilustrasi Ayam Geprek (foto: nibble.id)

Sajian ayam geprek menjadi tren kuliner di berbagai kota. Kedai-kedai ayam geprek dari yang sederhana hingga berkelas menjamur di sudut-sudut kota. Ayam geprek memang selalu menarik minat orang dan tak pernah menimbulkan rasa bosan. Tak hanya lezat di lidah, ayam geprek juga ramah dikantong dan bisa terbeli oleh semua kalangan masyarakat. Ayam geprek menjadi salah satu bisnis makanan paling laris untuk dijual.

baca juga:

Untuk merebut hati para pecinta kuliner, Teman Stoqo bisa meniru 4 kedai ayam geprek yang sedang hits di Jakarta yakni Ayam Geprek Bensu, Ayam Keprabon Express, Ayam Blenger PSP, dan Ayam Geprek Mas Eko yang menawarkan cita rasa yang khas. Masing-masing kedai ayam geprek tersebut menawarkan keunikan rasa. Contohnya saja Ayam Geprek Mas Eko yang menawarkan paket geprek mie instan samyang atau Ayam Keprabon Express yang menawarkan ayam geprek porsi besar dengan mozarella. Inovasi menu memang harus terus dilakukan jika ingin unggul dalam persaingan bisnis ayam geprek ini.

Jika Teman Stoqo ingin menjadi salah satu pelaku usaha ayam geprek, modal yang harus dikeluarkan terbilang cukup terjangkau. Teman Stoqo bisa mengambil tawaran kemitraan dari beberapa pelaku usaha ayam geprek. Misalnya saja Ayam Gepruk Wonogiri (Agewo) milik Denny Setiawan yang menawarkan paket investasi senilai 25 juta. Atau franchise Ayam Gepuk Pak Gembus yang ditawarkan mulai dari harga Rp. 35 juta untuk wilayah Bekasi, Depok, Tangerang dan Jakarta dan mulai dari harga Rp. 40 juta untuk wilayah di luar Jadetabek. Ayam Gepuk Pak Gembus yang sudah berdiri sejak tahun 2013 ini telah memiliki 462 cabang kedai dengan omset 8-14 miliar per bulan. Tertarik untuk bergabung?

2. Tahu Jeletot Taisi

STOQO - Ilustrasi Tahu Jeletot (foto: masakmemasak.com)

Ilustrasi Tahu Jeletot (foto: masakmemasak.com)

Siapa sih yang tak suka gorengan? Dari kategori makanan cemilan, Tahu Jeletot Taisi menjadi salah satu makanan paling laris untuk dijual. Tahu Jeletot Taisi menawarkan berbagai varian rasa mulai dari tahu isi extra pedas, tahu isi sayuran pedas, tahu isi ayam, tahu isi tuna dan beberapa varian lainnya. Harganya pun sangat terjangkau, di bawah Rp.5.000,- per buah sehingga terbeli seluruh lapisan masyarakat.

Sosok dibalik populernya tahu isi pedas ini adalah dua pemuda, Kamaludin Enuh dan Rudi yang mendirikan usaha Tahu Jeletot Taisi di tahun 2012. Kamaludin dan Rudi menggarap dengan serius bisnis gorengan yang selama ini dianggap hanya bisnis kaki lima biasa.

Kamaludin dan Rudi mengemas bisnis gorengan dengan branding yang serius seperti halnya bisnis-bisnis kuliner berkelas lainnya. Brand yang unik pun dalam waktu yang singkat berhasil merebut hati masyarakat. Hanya dalam waktu 6 bulan, bisnis Tahu Jeletot Taisi sudah mendirikan 6 cabang. Dan dalam kurun waktu 6 tahun, Tahu Jeletot sudah mempunyai 243 gerai di kawasan Jabodetabek dan memiliki pusat produksi tahu dengan kapasitas produksi 4000 buah per hari. Hebat ‘kan?

Kini Tahu Jeletot Taisi juga telah membuka kemitraan di luar Jabodetabek. Tahu pedas isi ini menawarkan kemitraan sebesar Rp.20 juta dengan tingkat pengembalian hanya sekitar 6 bulan saja. Dengan nilai tersebut, mitra akan mendapatkan gerobak berukuran besar, 250 pcs tahu, kertas pembungkus, kaos seragam dan juga terigu taisi. Bergantung pada penjualannya, net profit rata-rata per bulan paling rendah di bisnis ini sebesar Rp. 3 juta.

baca juga:

Nah, dari kedua referensi bisnis makanan paling laris untuk dijual tersebut, manakah yang menarik minat Teman Stoqo? Apapun bisnis makanan yang Teman Stoqo pilih, bisnis kuliner menuntut kerja keras agar bisa berjalan sukses. Buat perhitungan yang matang dan berikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen agar bisnis kuliner Teman Stoqo bisa bertahan dalam persaingan.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

01 Dec 2018