6 Strategi Pemasaran Saat Memulai Bisnis Makanan Supaya Laris

thumbnail

Bisnis makanan di tanah air masih menjadi primadona, dan pertumbuhannya belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Pebisnis baru terus muncul dengan konsep dan strategi masing-masing. Ini semua diperlukan demi satu tujuan: membuat bisnis makanan yang laris.

baca juga:

Masalahnya, tak semua pemain baru cakap dalam mengeksekusi ide. Alhasil, bisnis makanan yang digadang ramai, justru jadi layu sebelum berkembang. Kalau sudah seperti ini, pasti ada yang salah dengan strategi pemasaran yang dipilih. Lalu, seperti apa seharusnya strategi pemasaran untuk bisnis makanan yang baik? Berikut setidaknya STOQO sudah merangkum dalam 6 poin penting

1. Sebar promo

Well, strategi ini sebenarnya bergantung pada segmentasi yang disasar. Semisal target ada pada jarak dekat, maka flyer, poster, juga banner, bisa menjadi senjata ampuh. Tapi jika segmentasi target ada pada jarak jauh, promosi online masih merupakan cara terbaik.

Untuk teknik pemasarannya, metode up-selling dan cross-selling wajib dicoba. Praktik metode up-selling seperti saat ada pelanggan memesan satu menu, penjual bisa menawari tambahan toping dan lainnya. Sedang praktik metode cross-selling seperti penjual yang menawari menu pendamping seperti keripik atau lainnya.

2. Beri diskon

Ini adalah strategi wajib untuk resto makanan yang baru saja grand opening, meski juga bisa diterapkan di resto yang sudah buka bertahun lamanya. Mudahnya, konsumen mana yang tak akan melirik dan tertarik saat melihat papan bertuliskan “Beli 2 gratis 1”.

Begitu banyak cara untuk menarik atensi konsumen lewat diskon. Misalnya memberi hadiah, atau “Diskon 20% untuk…”. Data menunjukkan, 93% konsumen menggunakan kupon untuk belanja di setahun belakangan ini. Terkhusus bisnis makanan, diskon yang diberikan umumnya berupa makanan pendamping.

3. Buat berbagai event

Tahun baru, nontong bareng, hari spesial, atau pesta ulang tahun. Semua jenis event ini adalah media sempurna untuk mengenalkan bisnis makanan ke khalayak yang lebih luas. Siapapun pasti butuh tempat khusus saat mau merayakan hari spesial, dan resto manapun seharusnya mengambil kesempatan ini.

Jika pun tak ingin menunggu momen untuk membuat event, buat momen sendiri. Contoh mudah yaitu dengan membuat seremoni saat grand opening, terlibat kegiatan amal, menjadi sponsor, dan banyak hal lainnya. Tinggal sesuaikan ide dengan event tersebut.

4. Papan nama

Logika konsumen sangat sederhana, tak mau repot! Ini yang seharusnya jadi perhatian besar para penggiat bisnis makanan. Konsumen pasti tak mau membuang waktu masuk ke dalam resto hanya untuk mencari tahu makanan apa yang disajikan dan berapa harganya.

Di sinilah perlunya papan nama. Selain sebagai alat untuk menarik atensi konsumen, papan nama berguna sebagai penjelas menu makanan yang dijual, daftar harga, juga media promo. Bentuknya bisa beragam, seperti papan atau banner.

5. Display produk

Begitu sudah teralihkan pandangannya karena papan nama, dalam waktu singkat konsumen berpikir untuk mendekat atau menjauh. Peran display produk jadi krusial di poin ini. Semisal display menu benar-benar menggoda, konsumen akan dengan senang hati mampir.

Untuk hasil maksimal, usahakan membuat display produk makanan betulan. Dengan catatan, ruangan yang tersedia memungkinkan untuk itu. Jika pun tak bisa, memajang gambar juga tak masalah. Poinnya, konsumen mendapat gambaran bagaimana menu disajikan.

6. Merubah menu

Bisnis makanan yang laris tak akan lepas dari peran konsumen. Faktanya, 59% konsumen lebih tertarik membeli menu makanan berlabel musiman. Supaya makin menambah ramai kunjungan dan laba, pertimbangkan untuk menyediakan menu variatif sesuai musim.

Ini bisa dipahami karena terkait psikologi konsumen. Misalnya saja, saat musim hujan menyapa, konsumen mana yang mau pesan minuman dingin. Meski ada, jumlahnya tak seberapa. Atau saat musim kemarau, konsumen pasti lebih memilih minuman dingin daripada hangat.

baca juga:

Selalu ingat, hanya bermodal menu super unik dan hidangan super lezat tak cukup bisa membuat bisnis makanan survive. Ada hal lain di luar menu yang harus diberi perhatian. Sederhananya, untuk membuat bisnis makanan yang laris, harus ada sinergi antara menu yang disajikan dengan strategi yang dijalankan.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

02 Dec 2018