Perhatikan 5 Hal Ini Jika Usaha Makanan Anda Berbahan Dasar Indomie

thumbnail

Indonesia menempati peringkat kedua untuk tingkat konsumsi mie terbesar di dunia. Tidak heran mie instan menjadi primadona baik di negara sendiri maupun di tingkat internasional. Seiring populernya mie instan di mata dunia, berbagai macam usaha kuliner yang berbahan dasar Indomie menjadi pilihan wajib penikmat kuliner.

Kenapa Indomie?

STOQO - Indomie Goreng (foto: madivasmag.com)

Indomie Goreng (foto: madivasmag.com)

Jujur saja, sahabat STOQO pasti lebih memilih Indomie ketimbang merek-merek lain. Selain rasanya yang membumi, merek Indomie terasa lebih “Indonesia” dari segi mana pun. Tidak heran jika mie ini substitusi utama selain nasi, terlebih bagi Teman Stoqo yang tinggal jauh dari rumah (ngekos).

Rasa Indomie seperti masakan Ibu

Berangkat dari semua kelebihan yang dimiliki Indomie, sudah banyak macam variasi kuliner yang menjadikan mie instan sebagai bahan utamanya. Bisnis ini selain profitabel, juga mempunyai pangsa pasar yang sangat luas; dimanapun Teman Stoqo berada.

Jika Teman Stoqo memiliki usaha kuliner yang mengandung Indomie di dalam prosesnya, lebih baik pertimbangkan 5 hal yang penting dalam mengolah produk ini. Baca terus agar bisnis kuliner Teman Stoqo berkembang seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

STOQO - Ilustrasi Warmindo (foto: mubengminger.blogspot.com)

Ilustrasi Warmindo (foto: mubengminger.blogspot.com)

1. Tanggal kadaluwarsa Indomie

Sebelum menggunakan Indomie, pastikan produk tidak kadaluwarsa. Begitu pun tiap produk makanan atau minuman apa pun, sangat penting menjaga keamanan dan kesehatan konsumen dari usaha Teman Stoqo. Umumnya mie instan mempunyai batas kadaluwarsa hingga 6 bulan lamanya.

Biasakan cek stok mie instan di gudang atau tempat penyimpanan usaha Teman Stoqo dalam kondisi yang baik dan tidak kadaluwarsa. Sekalipun mie instan yang diperoleh dari perusahaan distributor atau supermarket, tidak ada jaminan ada keteledoran. Jika ingin yang pasti, STOQO menyediakan berbagai stok Indomie berkualitas baik, tanggal kadaluarsa yang lama, dan dengan harga grosir.

baca juga:

2. Memasak mie hingga matang

Kebiasaan memakan mie tanpa direndam ternyata sangat berbahaya (biasanya di sebut mie remas). Kebiasaan ini sebaiknya dihentikan. Memang rasanya seperti memakan kerupuk, tapi dibalik itu sistim pencernaan akan rusak jika berlangsung dalam jangka panjang.

Terlalu sering makan mie instan mentah dapat membuat Teman Stoqo menjadi ketagihan karena kandungan MSG-nya yang tinggi. Efek berbahaya tersebut dapat berupa: diabetes, tekanan darah tinggi, kegemukan, usus luka hingga kanker.

3. Rendam hingga 2 kali

Teman Stoqo pasti pernah melihat air rendaman yang awalnya bening berubah menjadi keruh setelah beberapa saat merendam mie instan. Warna tersebut dihasilkan dari minyak pabrik hasil penggorengan yang ada pada mie instan. Mengganti air rebusan pertama dengan air baru akan mengurangi lapisan lilin dari minyak tersebut. Ini berarti mengurangi penumpukan sumber penyakit di tubuh Anda dan memperkecil risiko mendapatkan kanker.

4. Jangan memasak bumbu mie instan!

Bumbu mie instan tidak di proses untuk dimasak pada suhu mendidih. Bumbu mie instan sendiri sudah memiliki bahaya dari konsumsi yang berlebihan. Memasak bumbu mie instan akan melipat-gandakan potensi bahaya yang terkandung di dalamnya secara instan.

Campurlah bumbu mi instan saat mie sudah matang atau siap untuk disajikan. Ikuti petunjuk penyajian yang ada dibalik bungkus untuk penyajian yang tepat dan benar. Atau Teman Stoqo bisa racik bumbu sendiri yang didapatkan di Online Shop STOQO.

5. Imbangi sajian kuliner mie instan

Walaupun tertera nutrisi dan karbohidrat di setiap bungkus Indomie, bukan berarti komposisi itu cukup untuk kebutuhan tubuh manusia. Sajikan Indomie dengan bahan pelengkap seperti sayur, kol, telur, sosis, ayam suwir, daging cincang, kornet dan lainnya. Pelengkap tersebut dapat Teman Stoqo temukan di kategori bahan segar di website resmi STOQO.

baca juga:

Setelah memahami kelima hal tersebut di atas, pastikan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas usaha kuliner Indomie yang Teman Stoqo jalankan. Lakukan sebagai top priority. Beberapa hal mungkin terlihat sepele, namun sebaiknya jangan dianggap remeh karena ini menyangkut kepada kesehatan orang lain dan kelangsungan bisnis kuliner Indomie Teman Stoqo sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak sehat kan!.

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

17 Dec 2018