Kisah Sukses Pak Sayudi Pemilik Warteg Kharisma Bahari

thumbnail

Pada hari Kamis, 10 Januari 2019, STOQO berkesempatan hadir dan berpartisipasi dalam Arisan Warteg Kharisma Bahari yang dihadiri lebih dari 20 pemilik dan pengelola Warteg Kharisma Bahari (WKB) di Jakarta. Tidak hanya pemilik dan pengelola yang hadir, namun turut diramaikan oleh anggota keluarga yang hadir mulai dari orang tua hingga anak-anak. Acara yang rutin diselenggarakan ini dijadikan sebagai ajang kumpul komunitas dan silaturahmi antar pemilik warteg.

Dari sekian banyak peserta yang hadir, ada sosok Pak Sayudi, yaitu sosok dibalik berdirinya merek Warteg Kharisma Bahari (WKB). Beliau memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara arisan yang kali ini diselenggarakan di kawasan Cinere, Depok. Di tengah sambutannya, beliau menuturkan tanggapannya mengenai aplikasi STOQO. “Ya bagus, memang membantu anggota kami biar belanjanya juga nggak kemana mana. Cukup di warung masing-masing dan diantar. Lebih murah lagi.” ujarnya.

baca juga:

Pemilik merek warteg yang kini telah memiliki lebih dari 210 cabang di Jabodetabek ini memiliki harapan yang besar agar STOQO dapat terus memudahkan bisnis WKB dalam hal pasokan bahan baku bukan hanya kepada peserta yang hadir, namun juga pemilik WKB lainnya di kawasan Jadetabek.

Awalnya merupakan pedagang asongan

STOQO - Kisah Sukses Pak Sayudi Pemilik Warteg Kharisma Bahari

Warteg Kharisma Bahari menerapkan konsep warteg yang bersih

Sebelumnya, Tim STOQO berkesempatan untuk mengunjungi cabang utama sekaligus kantor pusat WKB yang berlokasi di Jl. Haji Batong Raya, Cilandak Barat, Jakarta Selatan untuk mencari tahu lebih jauh tentang bisnis warteg yang dijalankannya sejak 1996 atau 1997. Awalnya beliau hanyalah pedagang asongan yang memiliki mindset bahwa akan sulit baginya seorang lulusan SD jika ingin menjadi seorang yang sukses kecuali jika berwirausaha dengan membuka usaha warteg.

“Kan susah ya kalau hanya mengandalkan ijazah SD kalau mau jadi orang sukses. Paling yang bisa saya lakukan adalah mendirikan usaha warteg. Modal dari kita, yang ngurus kita, yang ngatur keuangan juga kita. Ya bebas aja.” tuturnya.

Konsep warteg yang bersih dan tidak kumuh

STOQO - Kisah Sukses Pak Sayudi Pemilik Warteg Kharisma Bahari

Makanan yang disajikan menggunakan bahan yang bersih dan segar

Sejak saat itu beliau berinovasi dengan membuka warteg dengan konsep yang lebih bersih dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital. Oleh karena itu dibangunlah Warteg Kharisma Bahari agar semua orang dapat merasakan kenyamanan saat makan di warteg. “Saya penginnya semua kalangan bisa makan di warteg saya, dengan konsep yang lebih bersih dan tidak kumuh seperti halnya image warteg pada umumnya.”. Awalnya warteg yang pertama kali dibangun menggunakan nama Warteg MM (Modal Mertua) karena warteg ini menggunakan modal dari sang mertua.

Menerapkan sistem investor dan jual-putus

Di balik sosoknya yang sederhana, beliau memiliki kemampuan manajemen bisnis yang andal. Dengan sistem jual-putus dengan para investor, beliau hanya menyediakan tenaga yang berasal dari kampung halamannya. Jadi siapapun bisa mengelola warteg tanpa modal. Sedangkan para investor yang ingin menginvestasikan modalnya di bisnis warteg, hanya perlu membayar Rp. 110.000.000,- yang sudah berikut dengan sewa kios, perabotan, dekorasi, hingga modal awal. Setelah beroperasi, investor dan pengelola dapat menerapkan sistem bagi hasil 50:50. Jika meraup keuntungan Rp 10.000.000,-/bulan, maka sang investor akan mendapat Rp 5.000.000,- begitupun pengelolanya.

Tidak cuma merek WKB yang dimilikinya

Perkembangan Warteg Kharisma Bahari yang makin hari kian melesat membuat Pak Sayudi membuka merek warteg lainnya yaitu Mamoka. Dengan warna identik hijau dan oranye, Mamoka menerapkan sistem yang cukup unik dan berbeda dari WKB itu sendiri. Dimana setiap pelanggan yang datang pukul 11:00 – 14:00 WIB, hanya akan dikenakan biaya Rp 10.000,- untuk semua lauk yang dipilih. “Mau makan 3 jenis lauk juga cuma dikenakan Rp 10.000,-” ujarnya.

Teman STOQO tertarik untuk memulai bisnis warteg seperti yang Pak Sayudi jalani?

Solusi Mudah Kebutuhan Bisnis Kuliner

Bahan pokok bisnis kuliner dalam 1 aplikasi. Dengan pelayanan terbaik, juga pesanan diantar. Download STOQO di Playstore goo.gl/d3L2YR

Dipost Oleh

Kontributor

11 Jan 2019